Jumat 01 Dec 2023 12:46 WIB

Atasi Kemacetan Saat Nataru, Ditjen Hubdat Lakukan Sejumlah Antisipasi

Potensi pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 107,63 juta orang.

Potensi pergerakan masyarakat diprediksi meningkat 143,65 persen dibandingkan prediksi tahun 2022 yang mencapai 44,17 juta orang.
Foto: dok. Republika
Potensi pergerakan masyarakat diprediksi meningkat 143,65 persen dibandingkan prediksi tahun 2022 yang mencapai 44,17 juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) telah melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam rangka memperlancar angkutan jalan untuk Natal dan tahun baru (Nataru) mendatang.

Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub Ahmad Yani menjelaskan bahwa seperti tahun sebelumnya, sejak jauh-jauh hari pihaknya telah lakukan kolaborasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian, Dinas Perhubungan Daerah Kementerian PUPR, asosiasi transportasi darat, dan semua stakeholder terkait.

“Dalam menghadapi angkutan Nataru ini kami dan instansi terkait juga melakukan langkah antisipasi jika nantinya terjadi lonjakan perjalanan sehingga menimbulkan kemacetan. Kebijakan-kebijakan tertentu yang akan diambil dan kolaborasi ini dilakukan dengan berbagai pihak kami lakukan sejak dua bulan lalu. Hal ini untuk membuat angkutan Nataru ini menjadi lancar, sukses, dan tidak ada masalah yang berarti,” kata Yani dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (1/12/2023). 

Ia juga menambahkan, jika pihaknya melakukan mitigasi terhadap tempat-tempat kemacetan, seperti jalan tol, rest area tentu yang paling sering terjadi adalah daerah dari dan menuju destinasi wisata. Untuk ini Ditjen Hubdat telah berkolaborasi dengan pihak terkait agar tetap aman, selamat, tertib, dan lancar. 

Yani juga menjelaskan bahwa di semua destinasi wisata akan diberlakukan atau dipasang rambu-rambu dan peringatan keselamatan di jalur-jalur menuju lokasi wisata. Hal ini mencegah kemacetan panjang pada masa libur Nataru. 

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat Nataru mendatang agar memantau prakiraan cuaca. Sebab diprediksi pada akhir tahun mendatang cuacanya agak kurang bersahabat sehingga bisa mengambil langkah antisipasi ataupun alternatif perjalanan lainnya,” ujarnya.

Yani menegaskan, dalam mewujudkan kelancaran lalu lintas saat angkutan Nataru mendatang pihaknya juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Tidak hanya dengan kepolisian, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan Jasa Marga, Pertamina, Pengelola Tol Cipali, serta pengelola jalan tol lainnya.  

Ia juga menegaskan, apabila terjadi cuaca ekstrem, pemerintah akan melakukan pembatasan perjalanan terutama pada jalur penyeberangan antarpulau. Dan kepada pengguna sepeda motor yang akan melakukan perjalanan Nataru harus ekstra hati-hati.

“Kepada para pengguna sepeda motor kami mengingatkan, lebih baik tidak berangkat dari pada tidak pernah sampai,” katanya. 

Seperti yang diketahui bahwa Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mengeluarkan hasil survei daring potensi pergerakan masyarakat pada masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2023/2024. Potensi pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 107,63 juta orang atau 39,83 persen dari total populasi nasional. Prediksi ini meningkat 143,65 persen dibandingkan prediksi tahun 2022 yang mencapai 44,17 juta orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement