Jumat 07 Nov 2025 15:25 WIB

Pengangguran di Jabar Naik Jadi 1,78 Juta Orang, Penyerapan Tenaga Kerja Hanya 0,09 Juta Orang

Jumlah penduduk usia kerja di Jabar mencapai 39,24 juta orang.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwanr/ Red: Arie Lukihardianti
Pengangguran (ilustrasi)
Pengangguran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Jabar mengalami kenaikan dari bulan Agustus 2024 ke bulan Agustus 2025. Tingkat pengangguran terbuka Agustus tahun 2025 sebesar 6,77 persen naik 0,02 persen dari Agustus 2024 sebesar 6,75 persen.

"Pengangguran 1,78 juta orang," mengutip hasil laporan BPS Jawa Barat tentang keadaan ketenagakerjaan Agustus tahun 2025, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga

Dalam keterangan BPS Jabar, jumlah penduduk usia kerja mencapai 39,24 juta orang. Mereka yang masuk angkatan kerja mencapai  26,29 juta orang dan bukan angkatan kerja sebanyak 12,95 juta orang.

Sedangkan mereka yang bekerja sebanyak 24,51 juta orang. Terdiri dari pekerja penuh 17,66 juta orang, pekerja paruh waktu 4,80 juta orang dan setengah pengangguran sebanyak 2,05 juta orang. "Sepanjang Agustus 2024 hingga Agustus tahun 2025 terjadi penyerapan tenaga kerja 0,09 juta orang," mengutip BPS Jabar.

Tingkat pengangguran terbuka tertinggi dari jenjang pendidikan SMK dengan jumlah 12,81 persen meningkat dari bulan Agustus tahun 2024. Disusul SMA, SMP, dan perguruan tinggi.

Tingkat pengangguran terbuka  tertinggi tercatat di Kabupaten Bekasi dengan 8,78 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka terendah di wilayah Kabupaten Pangandaran sebesar 1,91 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di triwulan ke III tumbuh positif 0,46 persen atau 5,20 persen years on years.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement