Jumat 23 Jan 2026 09:06 WIB

Heboh Video Pesta Ada Pasangan LGBT, Ini Langkah Kepolisian Cirebon

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Mas Alamil Huda
Simbol LGBT (ilustrasi).
Foto: Republika
Simbol LGBT (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Sebuah video mengenai adanya pesta yang di dalamnya ada pasangan sesama jenis atau LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) beredar luas di media sosial dan menggegerkan masyarakat di Cirebon, Jawa Barat. Pihak kepolisian pun bertindak cepat menangani kasus tersebut.

Dalam video berdurasi 35 detik itu, terlihat suasana di salah satu tempat hiburan malam yang dipenuhi dengan cahaya lampu yang bersorot dan berkedip di tengah suasana yang temaram. Terlihat pula layar besar di belakang panggung yang menampilkan simbol hati berukuran besar yang menyala terang.

Baca Juga

Suara musik pun terdengar mengiringi kerumunan orang yang bersorak sorai sambil berjoget. Di tengah kerumunan itu, terlihat ada dua pria yang berciuman layaknya pasangan kekasih.

Dalam video yang beredar di media sosial itu, juga menampilkan tulisan 'cirebon tinggal di azabnya doang”.

Menanggapi beredarnya video itu, jajaran Polres Cirebon Kota pun bergerak cepat. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

“Kita sudah melihat memang ada video viral yang melanggar kesusilaan yang dilakukan dua orang sesama jenis di wilayah hukum Cirebon Kota,” ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, kemarin.

Eko menyatakan, pihaknya sudah mengamankan dua orang pria yang terekam kamera melakukan tindakan yang melanggar kesusilaan tersebut. Kedua pria itu pun sedang dilakukan pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian.

“Kedua orang itu sudah kita amankan. Ini juga menjawab keresahan masyarakat karena ini sangat meresahkan sekali bagi masyarakat, khususnya masyarakat Cirebon,” kata Eko.

Eko menyatakan, pihak kepolisian menjamin kepastian hukum dalam kasus tersebut. Pihaknya juga menjawab keresahan masyarakat Cirebon agar kejadian itu tidak menjadi hal buruk di tengah masyarakat dan menjadi kebiasaan yang tidak baik.

“Masih kita dalami, kita lakukan pemeriksaan,” ujar Eko.

photo
Kondisi LGBT di Asia Tenggara - (Infografis Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement