Jumat 20 Feb 2026 06:04 WIB

Agar Regenerasi tak Mati, Gen Z Didorong Melek Politik

Generasi Z dan generasi Y merupakan peluang besar dalam dunia politik.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi pemilu. Gen Z didorong untuk melek politik agar regenerasi tidak mati.
Foto: Republika
Ilustrasi pemilu. Gen Z didorong untuk melek politik agar regenerasi tidak mati.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat mendorong regenerasi kader dengan mengajak Gen Z untuk melek politik. Mereka salah satunya menggelar PKS Jabar Youth Connect bersamaan pelantikan pengurus Garuda Keadilan dan Gema Keadilan tingkat DPW dan DPD se-Jawa Barat akhir pekan kemarin.

Ketua DPW PKS Jawa Barat Iwan Suryawan mengatakan kebersamaan merupakan hal yang penting sebagai fondasi utama perjuangan. Ia menyebut selama nilai kebersamaan dijaga, organisasi akan tetap kuat dan mampu membawa perubahan di Jawa Barat.

Baca Juga

Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus bergerak bersama dalam organisasi. “Kita ada di sini, kita bersama-sama, kita berorganisasi, untuk menunjukkan Indonesia yang lebih baik dan Jawa Barat yang lebih baik,” ucap dia akhir pekan ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PKS Muhammad Kholid menyoroti regenerasi dan peran strategis generasi muda sangat penting dalam organisasi. Ia mengatakan generasi Z dan generasi Y merupakan peluang besar dalam dunia politik.

“Anak-anak muda ini adalah blue ocean. Mereka belum punya preferensi politik yang mengakar, sehingga harus kita dekati dan menangkan hati dan pikirannya,” kata dia.

Ia menegaskan kader muda perlu dipersiapkan sejak dini melalui jalur pembinaan yang jelas. Kholid mengatakan anak muda harus dipersiapkan dengan track record dan kompetensi dan siap bekerja di jalur politik.

“Ke depan, sekitar 60 sampai 65 persen penduduk kita adalah generasi muda. Artinya, masa depan bangsa dan partai ini ada di tangan mereka,” kata dia.

Ia menekankan penguatan ideologi dan adaptasi digital yang penting. Sebab saat ini era digital.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement