Sabtu 21 Feb 2026 11:02 WIB

Andhika Surya Gumilar Tekankan Pentingnya Kecerdasan Emosional dan Spiritual Remaja Jabar

Perhatian terhadap aspek emosional dan spiritual jadi pencegahan krisis mental.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Ferry kisihandi
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar.
Foto: dok pribadi
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar, menegaskan, pendidikan di sekolah perlu memberi perhatian serius pada pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual siswa.

Ia berpandangan, keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kekuatan mental, pembentukan karakter, dan keseimbangan jiwa peserta didik.

Andhika menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan remaja di Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan agar lebih peduli terhadap kesehatan mental dan psikologis siswa, bukan semata mengejar capaian intelektual.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak. Mereka tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga perlu dibekali ketangguhan emosional dan spiritual,” ujar Andhika kepada Republika, Sabtu (21/02/26) pagi.

Ia menilai program pendidikan karakter, layanan bimbingan konseling, serta penguatan nilai keagamaan dan moral harus ditingkatkan. Peran guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dinilai penting sebagai pendamping yang mampu memahami tekanan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Andhika menjelaskan, kecerdasan emosional membantu siswa mengelola stres, membangun empati, dan menjalin relasi sosial yang sehat. Sementara kecerdasan spiritual memberikan landasan nilai dan tujuan hidup, sehingga siswa memiliki pegangan saat menghadapi persoalan.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan pemangku kebijakan pendidikan di Jawa Barat memperluas program pendampingan psikologis di sekolah, termasuk penambahan tenaga konselor profesional.

“Ini tanggung jawab bersama. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kokoh secara spiritual,” ujarnya.

Andhika berharap perhatian terhadap aspek emosional dan spiritual dalam pendidikan dapat menjadi langkah pencegahan krisis mental di kalangan pelajar, sekaligus membentuk generasi Jawa Barat yang berkarakter kuat dan seimbang.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement