Selasa 03 Mar 2026 04:27 WIB

Misteri 10 Nisan Tanpa Nama Korban Longsor di KBB yang Dikebumikan Secara Massal

Nama-nama korban belum terungkap.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Foto: Proses Pemakaman Massal Korban Longsor yang Belum Teridentifikasi Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jumat (27/2/2026).
Foto: Ferry Bangkit Rizki/ Republika
Foto: Proses Pemakaman Massal Korban Longsor yang Belum Teridentifikasi Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jumat (27/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Sepuluh jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dimakamkan secara massal dalam satu liang lahad, Jumat (27/2/2026). Namun, nama-nama jenazah tersebut belum terungkap. 

Jenazah korban longsor yang sudah dimasukan ke dalam peti itu dimakamkan di TPU Tanah Mati, Kampung Batunyatuh, Desa Pasirlangu. Sebab identitasnya masih misterius, maka nisannya pun tidak dilengkapi dengan nama PM yang berarti Post Mortem lalu ditambahkan nomor. 

Baca Juga

Hal itu merujuk pada urutan penemuan bodypack dari lokasi longsor Cisarua, selama proses pencarian berlangsung sejak 24 Januari sampai 14 Februari 2026. Sepuluh jenazah itu ternyata belum teridentifikasi, namun dikebumikan atas dasar kemanusiaan. 

Kasubbidkespol Biddokkes Polda Jawa Barat, AKBP dr. Ani Rasiani mengatakan, pihaknya akan berupaya mengungkap identitas 10 korban yang sudah dikebumikan dalam satu liang lahad itu. Ada dua tahap lagi untuk mengungkap identitas sepuluh individu yang sudah dimakankan tersebut, yakni pencocokan DNA dengan keluarga yang melaporkan kehilangan pada saat longsor terjadi. 

"Jadi DNA sudah dikumpulkan, tinggal menunggu kecocokan apakah ada yang match atau tidak. Jadi yang meninggal itu dalam satu keluarga atau keluarga inti, kalau dari samping seperti paman, bibi, itu harus pemecahannya lebih lanjut. Jadi kalau identifikasi keluarga inti, ibu bapak dan anak itu lebih mudah," kata Ani di lokasi pemakaman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement