Selasa 03 Mar 2026 14:41 WIB

BMKG Ungkap Potensi Angin Kencang Terjadi 3-4 Maret di Jabar, dari Bekasi Sampai Pangandaran

Wilayah yang terdampak seperti perairan Bekasi-Karawang, Subang, Sukabumi, Indramayu.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Cuaca ekstrem (ilustrasi)
Foto: Antara/Umarul Faruq
Cuaca ekstrem (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan potensi angin kencang terjadi di wilayah Jawa Barat hari ini, Selasa (3/3/2026) hingga Rabu (4/3/2026). Sejumlah wilayah perairan di Jawa Barat diperkirakan bakal terdampak.

"Peringatan dini angin kencang, di wilayah Provinsi Jawa Barat berlaku tanggal 3-4 Maret," ucap Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga

Ia menuturkan wilayah yang diperkirakan terdampak yaitu perairan Bekasi-Karawang, perairan Subang, perairan Sukabumi dan perairan Indramayu. Perairan Cianjur, Perairan Garut, perairan Tasikmalaya dan Pangandaran.

"Potensi kecepatan angin maksimum 20-25 knot (37-46 kilometer per jam) pada pagi, siang hingga dini hari," ungkap dia.

Teguh Rahayu melanjutkan tinggi gelombang diperkirakam 1,25 hingga 2,5 meter atau sedang di sejumlah perairan di Jawa Barat. Ia mengingatkan risiko keselamatan terhadap aktivitas pelayaran.

Seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, kapal kargo dan kapal pesiar. Pihaknya pun mengimbau waspada terhadap dampak dari angin kencang seperti pohon tumbang, papan reklame dan tiang, bangunan non permanen dan gesekan antar kapal.

Selain itu, hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin, perkuat bangunan dan atur jarak sandar kapal.

Sebelumnya, BMKG Bandung melaporkan puncak musim hujan masih dapat terjadi hingga akhir bulan Maret tahun 2026. Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap risiko bencana dan cuaca ekstrem.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement