Senin 09 Mar 2026 13:54 WIB

KDM Doakan Korban Tewas Tertimbun Longsor Sampah Bantargebang: Semoga Diterima Iman dan Islamnya

KDM berharap pengelolaan di TPA Bantargeb bisa lebih baik.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi
Foto: Dok Republika
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tragedi longsor di TPA Bantargebang, Bekasi, kembali terulang. Kali ini, empat warga meninggal dunia akibat tertimbun longsoran. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun menyampaikan duka atas terjadinya longsor di tempat pembuangan sampah utama DKI Jakarta tersebut.

"Ada berita duka yang perlu saya sampaikan, telah terjadi longsor di TPA Bantar Gebang, Kota Bekasi. TPA ini merupakan tempat pembuangan sampahnya warga Jakarta yang dikelola oleh Pemprov Daerah Khusus Jakarta," katanya, Senin (9/3/2026). 

Baca Juga

Menurutnya, dalam musibah itu ada empat orang meninggal dunia dan lima orang saat ini masih dalam pencarian. "Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala," ujarnya.

Ia berharap, proses pencarian yang tengah dilakukan segera berhasil menemukan warga yang masih tertimbun. Ke depan, pihaknya juga berharap pengelolaan di TPA tersebut bisa lebih baik agar tidak terjadi longsor kembali.

"Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita agar kita senantiasa waspada dalam setiap saat karena peristiwa musibah seringkali terjadi tanpa diduga," ucapnya.

Sebelumnya, longsor gunungan sampah setinggi 50 meter di Zona IV TPST Bantar Gebang terjadi pada Ahad, 8 Maret 2026 pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut bukanlah yang pertama kalinya.

Bantar Gebang kali ini mengulang tragedi mematikan mulai dari longsor pemukiman tahun 2003 hingga runtuhnya Zona 3 pada 2006 yang menelan korban jiwa dan menimbun puluhan pemulung. Pola kegagalan sistemik itu berlanjut hingga Januari 2026 saat amblasnya landasan menyeret tiga truk sampah ke dasar sungai, yang kemudian disusul oleh runtuhnya kembali gunungan sampah pada Maret 2026 ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement