Senin 09 Mar 2026 21:52 WIB

Alasan Kakak Bunuh Adik Tiri di Bandung Barat: Korban Sering Bikin Kesal Pelaku

Sang kakak juga mengaku sering mendapatkan perlakuan berbeda dengan adiknya.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Tersangka pembunuhan terhadap bocah 12 tahun di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat digiring polisi di Mapolres Cimahi, Rabu (4/3/2026). Tersangka adalah kakak tiri korban.
Foto: Ferry Bangkit/ Republika
Tersangka pembunuhan terhadap bocah 12 tahun di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat digiring polisi di Mapolres Cimahi, Rabu (4/3/2026). Tersangka adalah kakak tiri korban.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Motif pembunuhan sadis yang dilakukan MZ (28 tahun) terhadap adik tirinya, ASA (12) akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil pendalaman polisi, tersangka kesal terhadap bocah yang masih duduk di kelas 6 SDN 1 Sukarame itu hingga akhirnya mengeksekusi korban secara brutal.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (3/3/2026) di rumah korban di Kampung Warung Tiwu, RT 02/16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Korban ditemukan tewas bersimbah darah oleh ibunya yang baru pulang bekerja dan mengajar di sebuah madrasah sekitar pukul 16.00 WIB. 

Baca Juga

"Terkait motif pembunuhan di Cipatat, pelaku MZ kepada adik tirinya ASA itu adalah dari bentuk kekesalan pelaku terhadap korban," ungkap Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra saa dikonfirmasi, Ahad (8/3/2026).

Berdasarkan keterangan yang didapat polisi, tersangka awalnya kesal karena ada perbedaan perlakuan dari orang tua mereka terhadap korban. Mereka sudah tinggal bersama sekitar 13 tahun di rumah yang menjadi saksi bisi sadisnya tersangka membunuh adik tirinya menggunakan senjata tajam jenis golok hingga mengalami luka parah pada bagian leher, punggung dan tangan. Tersangka akhirnya pindah rumah ke Kabupaten Cianjur setelah menikah. 

"Pelaku tinggal bersama sama selama 13 tahun kemudian menikah dan pindah ke Cianjur. Dari hidup bersama perlakuan kepada korban dianggap berbeda dan adiknya menurut pelaku sering membuat kesal si pelaku," kata Niko.

Berita Lainnya

Rekomendasi