Rabu 01 Apr 2026 16:39 WIB

Foto Terakhir Kapten Zulmi, Prajurit TNI Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon

Keluarga kerap berkomunikasi dengan Zulmi selepas subuh.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Fitriyan Zamzami
Karangan bunga dan pelayat berdatangan ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa (31/3/2026)
Foto: Fery Bangkit/Republika
Karangan bunga dan pelayat berdatangan ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa (31/3/2026)

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit asal Kota Cimahi, Jawa Barat gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3/2026) waktu setempat. Sebelum diberitakan gugur, ia ternyata akan pulang ke Tanah Air pada Mei mendatang karena tugasnya di Lebanon akan segera berakhir.

Keluarga besarnya di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat begitu menantikan kepulangannya. Namun, takdir berkata lain, Kapten Zulmi harus gugur dalam misi untuk dalama misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Baca Juga

Insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

"Adik saya sudah setahun tugas di Lebanon. Sekarang mau beres tugasnya, harusnya Mei itu pulang ke Indonesia," tutur Kakak sepupu mendiang Kapten Zulmi, Risman Efendi kepada Republika di rumah duka, Rabu (1/4/2026).

Sebelum diberangkatkan dalam misi perdamaian di Lebanon, prajurit Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 2015 yang berdinas di Grup 2 Kopassus/Para Komando itu beberapa kali bertugas di Papua. Sebelum akhirnya mendapat tugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Efendi mengatakan, pihak keluarga kehilangan kontak dengan Kapten Zulmi pada Senin (30/3/2026) pagi. Kemudian sore harinya ada informasi kejadian ledakan di Lebanon Selatan yang membuat pihak keluarga khawatir. Hingga akhirnya berita duka gugurnya almarhum itu diterima keluarga pada Selasa (31/3/2026).

photo
Karangan bunga dan pelayat berdatangan ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa (31/3/2026) - (Fery Bangkit/Republika)

"Kami selalu berkomunikasi setiap ba'da subuh kami biasa komunikasi dengan Zulmi komunikasi sangat intens, kemarin sempat kirim foto terakhir. Senin siang sore ya kita lost contact. Dapat kabar di berita ada kejadian di Lebanon, cuma kita belum bisa memastikan. Selasa baru kita dapat kepastian beliau gugur di Lebanon," ungkap Risman.

Pihak keluarga kini masih menantikan kepulangan jenazah Kapten Zulmi ke Tanah Air. Dari informasi terakhir, kata Risman, almarhum masih berada di sebuah rumah sakit di Lebanon. Keluarga berharap jenazah segera bisa dipulangkan. 

"Informasi terakhir jenazah sudah ada di rumah sakit di Lebanon. Jadi sekarang masih menunggu diterbangkan ke Tanah Air. Kalau keluarga berharap secepatnya," ujar Risman.

Rencananya, kata dia, Kapten Zulmi bakal dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung. Namun, keluarga menginginkan jenazah terlebih dulu disemayamkan di rumah duka.

"Kalau keluarga tentunya ingin dari Jakarta ke rumah duka dulu, disalatkan di sini sebelum nanti dimakamkan di TMP Cikutra," kata Risman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement