Rabu 01 Apr 2026 17:16 WIB

Panglima TNI Jamin Kenaikan Pangkat dan Hak untuk Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

ASABRI memberikan Rp350 juta, beasiswa untuk anak dan kenaikan pangkat anumerta.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
 Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertakziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/ Republika
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertakziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertakziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3/2026) waktu setempat. Gugurnya prajurit TNI dalam dalam misi perdamaian ini meninggalkan duka mendalam bagi seluruh Indonesia.

Pantauan Republika pada Rabu (1/4/2026), Panglima TNI bersama istrinya tiba di rumah duka di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat sekitar pukul 12.35 WIB yang langsung disambut pihak keluarga. Pihak keluarga pun tak kuasa menahan tangis di hadapan Jenderal TNI Agus dan istrinya usai orang yang dicintainya gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

 

Selain Kapten Zulmi, dua prajurit TNI lainnya yakni Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Mereka tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pasukan perdamaian Indonesia yang ditempatkan di Lebanon Selatan.

 

"Kami di TNI mengucapkan turut duka cita yang mendalam. Ini adalah prajurit-pranurit TNI terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon," kata Jenderal Agus kepada wartawan. 

 

photo
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertakziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. - (Ferry Bangkit Rizki/ Republika)

 

Panglima TNI menyampaikan semua hak-hal bagi ketiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon itu akan diberikan sepenuhnya. Seperti santunan risiko kematian khusus (SRKK) dari PT ASABRI hingga beasiswa untuk anak-anak prajurit tersebut. 

 

"Dari ASABRI akan diberikan Rp350 juta, beasiswa untuk anak-anaknya Rp30 juta, sekolah akan diperhatikan sampai besar dan gaji 12 bulan 100 persen diberikan. Jaminan hari tua dihitung terhitung mulai tugas," terang Panglima TNI. 

 

Ketiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon juga bakal mendapapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atau Kenaikan Pangkat Anumerta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pengorbanan prajurit.

 

"Kami memberikan KPLB kepada seluruhnya," ucap Panglima TNI. 

 

Sementara itu ayah Kapten Zulmi, Iskandar Rudi menyampaikan apresiasinya kepada Panglima TNI yang sudah datang langsung memberikan ucapan duka dan doa untuk anaknya yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. 

 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI yang turun ke rumah duka," kata Iskandar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement