Rabu 08 Apr 2026 14:03 WIB

Penjual Plastik, Pedagang Lontong Hingga Souvenir di Bandung Kompak Mengeluh Harga Plastik Naik

Kenaikan harga plastik mencapai 60 persen.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Pelaku usaha plastik di Kota Bandung mengeluhkan harga bahan baku biji plastik yang mengalami kenaikan dua kali lipat imbas perang Iran-Amerika, Selasa (31/3/2026).
Foto: M Fauzi Ridwan/Republika
Pelaku usaha plastik di Kota Bandung mengeluhkan harga bahan baku biji plastik yang mengalami kenaikan dua kali lipat imbas perang Iran-Amerika, Selasa (31/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjual plastik, pedagang lontong, dan gorengan hingga pedagang souvenir di Kota Bandung kompak mengeluhkan harga plastik yang mengalami kenaikan signifikan. Mereka harus menambah pengeluaran untuk membeli plastik akan tetapi masih belum menaikan harga barang yang dijual.

Salah seorang agen penjual plastik di Jalan Astana Anyar Vivi (40 tahun) mengatakan kenaikan harga plastik berbagai jenis sudah terjadi sejak bulan Maret tahun 2026 pascaperang AS Iran terjadi. Ia menyebut kenaikan harga plastik dapat mencapai 50 hingga 60 persen.

"(Kenaikan) rata-rata 50-60 persen lah kira-kira, tapi yang sekali kasih harga langsung dobel juga ada naiknya langsung 100 persen gitu dari sebelumnya gitu," ucap dia saat ditemui di toko miliknya, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebut harga plastik yang naik 100 persen seperti shopping bag berasal dari satu pabrik tertentu. Vivi mencontohkan harga plastik per kilogram misal dari Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu bahkan ada yang mencapai Rp 80 ribu atau Rp 90 ribu per kilogram.

Dalam kondisi normal, ia menyebut harga plastik berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu atau dari harga Rp 35 ribu saat ini menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Akibat kenaikan itu, ia mengaku banyak konsumen yang mengeluh harga plastik naik.

Ia menyebut plastik ramai pembeli saat sebelum lebaran dan sesudah lebaran cenderung masih landai pembeli. Sejauh ini, ia mengaku masih banyak yang membeli ke toko dan omzet tidak hilang.

Tidak hanya itu, Vivi mengatakan stok plastik relatif sulit dicari saat ini. Bahkan terdapat satu pabrik yang tidak memproduksi salah satu jenis plastik.

Ia berharap agar harga tidak naik terus menerus. Vivi mengaku dalam sehari bisa dua kali mengubah harga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement