Rabu 08 Apr 2026 15:45 WIB

Tol Cisumdawu Retak Sepanjang 80 Meter Akibat Terus Diguyur Hujan

Kedalaman retakan mencapai dua meter.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) mengalami keretakan di kilometer 207 A arah Bandung menuju Cirebon. Keretakan memiliki panjang 80 meter dengan kedalaman dua meter.

Dampaknya, arus lalu lintas kendaraan dialihkan dan telah dilakukan rekayasa contra flow. Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (PT CKJT) Agustinus Sudrajat mengatakan kilometer 194 A telah dilakukan penutupan sesuai diskresi kepolisian.

Baca Juga

Selain itu, terdapat pengalihan kendaraan dari Bandung menuju Cirebon dapat keluar di gerbang tol Paseh. Serta dilakukan contra flow jalur B dari kilometer 206+125 sampai dengan kilometer 208+200.

Ia melanjutkan ruas Tol Cisumdawu kilometer 207 A saat ini masih dalam kondisi aman dan laik dilalui kendaraan menyusul kejadian retak sliding pada kilometer 207+300 sampai dengan kilometer 207+400. Penanganan jangka pendek yang dilakukan pemasangan rambu peringatan dan pengurang kecepatan.

Selain itu, pengisian retakan dengan material aspal dan penutupan dengan terpal. Diharapkan air tidak masuk menambah beban pada timbunan.

Untuk jangka panjang, ia mengatakan pihak PT CKJT melakukan pengukuran topografi untuk memastikan lebar dan panjang penanganan, penyelidikan tanah tambahan untuk identifikasi pelapisan tanah. Pengukuran instrumentasi inklinometer untuk memastikan kedalaman bidang longsoran, analisa geoteknik untuk penentuan tipe perkuatan untuk penahan longsoran.

“Penanganan jangka panjang juga direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter, sepanjang kurang lebih 100 meter," kata dia melalui keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement