REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Mahalnya harga plastik saat ini karena serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berdampak terhadap pelaku usaha kuliner di Kota Cimahi, Jawa Barat. Mereka harus merogoh kocek lebih untuk membeli plastik yang harganya terus mengalami kenaikan.
Mursali (38), salah seorang pedagang bubur kacang ijo Madura berkisah pada Kamis (10/4/2026) ia hendak membeli plastik di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Namun ia mengurungkan niatnya karena harganya cukup mahal, sedangkan uang yang dibawanya pas-pasan.
"Iya plastik mahal. Kemarin saya mau belanja di pasar, tapi balik lagi nggak jadi beli soalnya harganya naik lagi, sedangkan saya bawa uangnya kemarin pas-pasan," tutur Mursali kepada Republika, Jumat (10/4/2026).
Kenaikan harga plastik ini tentunya sangat memberatkan bagi pedagang kuliner seperti Mursali. Sebab, biaya operasionalnya dipastikan membengkak. Sedangkan di satu sisi dirinya belum berani untuk menaikan harga jual bubur kacang ijo khas Madura miliknya.
"Iya keberatan kalau naik terus, saya jual bubur Rp10 ribu per porsi. Kalau plastik naik, pastinya biaya juga naik. Soalnya kan plastik ini kebutuhan yang nggak bisa ditinggalkan buat jualan," kata dia.
Mahalnya harga plastik itu menurut Musali tidak sebanding dengan penjualan bubur kacang ijo khas Madura miliknya yang justru sedang menurun. "Biasanya saya habis sehari 3 kilogram, sekarang paling 1 kilogram. Memang lagi sepi, ditambah harga plastik naik," ujar dia.
View this post on Instagram
Melejitnya harga plastik imbas perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran juga memukul pedagang kecil di Kota Cimahi. Kenaikan harga terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Semua jenis plastik kini menjadi barang yang mahal. Kenaikan itu mulai terjadi sejak Lebaran 2026 disaat perang di kawasan Timur Tengah memanas.
"Kalau naiknya mulai lebaran, naik terus nggak turun-turun untuk semua jenis plastik. Ada yang naiknya Rp 5 ribu, ada yang Rp10 ribu, beda-beda tergantung jenis plastik," kata Eri (56), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Kota Cimahi kepada Republika, Kamis (9/4/2026).
Menurut Eri, mahalnya harga plastik langsung berdampak terhadap penjualan yang turun drastis. Sebab, kata dia, tak sedikit pembeli yang mengurangi pembelian bahkan tak jadi membeli plastik setelah mengetahui harganya terus mengalami kenaikan.
"Kaya barusan ada yang mau beli, kan malah nggak jadi karena harganya emang terus naik. Kalau penjualan turun mungkin 30 persen," kata Eri.