Ahad 12 Apr 2026 21:36 WIB

Cerita Pedagang Bubur Kacang Ijo Madura di Cimahi Menderita karena Harga Plastik Mahal

Selain harga plastik naik penjualan juga disebut sepi.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Pedagang Plastik di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Plastik Kini jadi Barang Mahal di Pasaran Imbas Naiknya Harga karena Konflik di Kawasan Timur Tengah.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/Republika
Pedagang Plastik di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Plastik Kini jadi Barang Mahal di Pasaran Imbas Naiknya Harga karena Konflik di Kawasan Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Mahalnya harga plastik saat ini karena perang Amerika Serikat dengan Iran berdampak terhadap pelaku usaha kuliner di Kota Cimahi, Jawa Barat. Mereka harus merogoh kocek lebih untuk membeli plastik yang harganya terus mengalami kenaikan.

Mursali (38), salah seorang pedagang bubur kacang ijo Madura berkisah pada Kamis (10/4/2026) ia hendak membeli plastik di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Namun ia mengurungkan niatnya karena harganya cukup mahal, sedangkan uang yang dibawanya pas-pasan.

Baca Juga

"Iya plastik mahal. Kemarin saya mau belanja di pasar, tapi balik lagi enggak jadi beli soalnya harganya naik lagi, sedangkan saya bawa uangnya kemarin pas-pasan," tutur Mursali kepada Republika, Jumat (10/4/2026).

Kenaikan harga plastik ini tentunya sangat memberatkan bagi pedagang kuliner seperti Mursali. Sebab, biaya operasionalnya dipastikan membengkak. Sedangkan di satu sisi dirinya belum berani untuk menaikan harga jual bubur kacang ijo khas Madura miliknya. 

"Iya keberatan kalau naik terus, saya jual bubur Rp10 ribu per porsi. Kalau plastik naik, pastinya biaya juga naik. Soalnya kan plastik ini kebutuhan yang enggak bisa ditinggalkan buat jualan," kata dia.

Mahalnya harga plastik itu menurut Musali tidak sebanding dengan penjualan bubur kacang ijo khas Madura miliknya yang justru sedang menurun. "Biasanya saya habis sehari 3 kilogram, sekarang paling 1 kilogram. Memang lagi sepi, ditambah harga plastik naik," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement