Rabu 15 Apr 2026 15:39 WIB

KDM Usulkan Rumah Warga di Bantaran Sungai Citarum di Bandung Direlokasi

Langkah itu menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan banjir.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Warga melintasi banjir yang melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (12/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi di Kawasan Bandung Raya pada Sabtu (11/4) membuat akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus serta ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 30-100 cm.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Warga melintasi banjir yang melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (12/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi di Kawasan Bandung Raya pada Sabtu (11/4) membuat akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus serta ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 30-100 cm.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar rumah-rumah warga di bantaran sungai Citarum yang sering terendam banjir untuk dialihkan atau direlokasi. Ia menilai langkah itu menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, hujan ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Baleendah, dan Dayeuhkolot. Puluhan ribu masyarakat terdampak banjir.

Baca Juga

"Rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan. Tidak boleh lagi rumah di bantaran sungai," kata dia seusai acara Musrenbang di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).

Ia menuturkan, permasalahan banjir di Kabupaten Bandung dapat segera diatasi dengan strategi tata ruang Kabupaten Bandung yang harus diubah. Selain itu, normalisasi sungai-sungai harus dilakukan.

"Hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau. Yang keempat, perubahan lahan jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam, itu yang harus dilakukan," kata dia.

Ia menyebut apabila langkah-langkah yang bersifat panjang tersebut tidak dilakukan maka tidak akan terselesaikan masalah banjir di Kabupaten Bandung.

"Kalau enggak dilakukan, itu enggak bersifat jangka panjang, enggak akan pernah beres. Tetap harus selesai," kata dia.

Sebelumnya, puluhan ribu warga Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terdampak banjir akibat hujan deras dan luapan sungai Citarum yang terjadi sejak Jumat (10/4/2026) kemarin hingga saat ini. Sebagian warga pun terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi mengatakan luapan air Sungai Citarum, Cipalasari, dan Cigede menyebabkan banjir merendam pemukiman di wilayah Dayeuhkolot sejak Jumat (10/4/2026) hingga Senin (13/4/2026) hari ini. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 1 meter.

Ia menyebut banjir merendam pemukiman di sejumlah kampung di Desa Dayeuhkolot, Desa Citereup, Desa Cangkuang Wetan dan Kelurahan Pasawahan. "Banyak rumah warga yang terendam banjir dan sebagian akses jalan terputus," ucap dia, Senin (13/4/2026).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement