Ahad 19 Apr 2026 22:55 WIB

Pesan KDM untuk RSHS Bandung Usai Perawatnya Dipolisikan Imbas Kasus Bayi Tertukar

Dedi Mulyadi mengatakan ke depan RSHS harus lebih selektif.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Dirut RS Hasan Sadikin (RSHS) Rachim Dinata Marsidi menggendong bayi kembar siam Nadia dan Nadira usai acara Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Kematian Bayi di RSHS, Kota Bandung, Selasa (19/6/2025). Bayi kembar siam asal Tasikmalaya tesebut berhasil dipisahkan setelah menjalani operasi oleh tim ahli RSHS.
Foto: Edi Yusuf
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Dirut RS Hasan Sadikin (RSHS) Rachim Dinata Marsidi menggendong bayi kembar siam Nadia dan Nadira usai acara Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Kematian Bayi di RSHS, Kota Bandung, Selasa (19/6/2025). Bayi kembar siam asal Tasikmalaya tesebut berhasil dipisahkan setelah menjalani operasi oleh tim ahli RSHS.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengomentari terkait kasus bayi hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyebut masalah itu dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik ke rumah sakit.

"Dari sisi kewenangan RSHS itu di Kemenkes, tetapi karena domisilinya di Jawa Barat dan RSHS juga banyak memberikan kontribusi bagi layanan kesehatan masyarakat Jawa Barat. Ada oknum seperti ini tentunya menimbulkan salah satunya tingkat kepercayaan publik," ucap dia belum lama ini.

Baca Juga

Ia menyebut kasus bayi hampir tertukar merupakan yang kedua setelah sebelumnya terdapat kasus pelecehan seksual dengan tersangka dokter. Ke depan, RSHS Bandung harus lebih selektif.

"Ke depan RSHS harus lebih selektif dan investigatif jadi keharusan agar peristiwa yang sama tidak terulang," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement