Ahad 19 Apr 2026 23:27 WIB

KDM: Maksa Ngutang demi Gelar Pesta Nikah atau Sunatan Menambah Angka Kemiskinan

KDM mengajak masyarakat tak memaksakan diri berutang.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pemaparan saat refleksi akhir tahun di Gedung Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).
Foto: Edi Yusuf
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pemaparan saat refleksi akhir tahun di Gedung Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat berpenghasilan rendah untuk tidak berhutang demi menggelar pesta pernikahan atau khitanan berskala besar. Ia berencana membuat surat edaran yang bersifat imbauan kepada masyarakat.

"Surat edarannya belum dibuat tapi andai kata dibuat sifatnya adalah ajakan atau imbauan buat masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka melaksanakan hajatan khitanan atau nikahan sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan biaya tinggi dan pada akhirnya menjadi beban utang," ucap dia belum lama ini.

Baca Juga

Ia mengaku sering menemukan di berbagai tempat masyarakat memaksakan diri menggelar pesta khitanan dan pernikahan dan berujung utang besar. Dedi menyebut kondisi itu menjadi masalah dan berdampak kepada menambah angka kemiskinan.

"Kita tahu di berbagai tempat banyak orang memaksakan diri melaksanakan khitanan maupun nikahan menimbulkan utang besar, sehingga menjadi problem dan menambah angka kemiskinan," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement