Selasa 21 Apr 2026 17:44 WIB

Pemkot Cimahi Kucurkan Rp36 Miliar untuk Bangun Underpass Jalan Gatot Subroto

Underpass Gatot Subroto menjadi prioritas Pemprov Jawa Barat.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Perlintasan Kereta Api di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat. Di bawah perlintasan sebidang itu rencananya bakal dibangun underpass oleh Pemprov Jawa Barat.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/ Republika
Perlintasan Kereta Api di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat. Di bawah perlintasan sebidang itu rencananya bakal dibangun underpass oleh Pemprov Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pemkot Cimahi menggelontorkan anggaran sebesar Rp36 miliar untuk membebaskan lahan dalam mendukung pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto. Sedangkan pembangunannya akan dilakukan Pemprov Jabar 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan berdasarkan hasil kesepakatan dengan Pemprov Jabar pihaknya harus membebaskan lahan seluas 3.000 meter persegi di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Baros, melintasi perlintasan sebidang kereta api. 

Baca Juga

"Cimahi bertanggungjawab untuk pembebasan lahan di sekitaran lokasi itu (underpass) saja. Jadi lahannya sekitar 3.000 meter yang terdampak, ada yang punya TNI, kemudian ada kantor pos, kantor PT Telkom, Mess Kodiklat, semua dialokasikan segitu," ungkap Ngatiyana saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).

Sedangkan untuk pembangunan underpass, kata Ngatiyana, akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Namun berdasarkan informasi yang diterima Pemkot Cimahi, saat ini masih menunggu proses lelang. 

"Sekarang kita sedang menunggu lelang, karena nanti yang membangun itu dari provinsi. Kalau kita hanya untuk pembebasan lahannya saja, mudah-mudahan di bulan Mei atau Juni sudah bisa dilaksanakan fisiknya," kata Ngatiyana. 

Nantinya akan ada rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan selama pembangunan underpass Gatot Subroto. Skema rekayasa sudah disiapkan kepolisian dan Dinas Perbubungan (Dishub) Kota Cimahi. 

"Kita sudah siapkan semuanya, komunikasi dengan Kodam, Provinsi Jawa Barat, sampai Mabes AD terus dijalin. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan," kata Ngatiyana. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement