Ahad 26 Apr 2026 19:06 WIB

Alotnya Proses Evakuasi Pria Panjat Tower 52 Meter di KBB Gegara Kehilangan Pekerjaan

Proses evakuasi sekitar dua jam oleh petugas gabungan.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Ferry kisihandi
Seorang pria berinisial MH (32) memanjat tower setinggi 52 meter di Kampung Pasir Borondong, RT 02/23, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, KBB, Jawa Barat.
Foto: Istimewa
Seorang pria berinisial MH (32) memanjat tower setinggi 52 meter di Kampung Pasir Borondong, RT 02/23, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, KBB, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Seorang pria berinisial HM (32) membuat heboh karena aksi nekatnya memanjat tower setinggi 52 meter di Kampung Pasir Borondong, RT 02/23, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Insiden pria nekat naik tower telekomunikasi itu terjadi Sabtu (25/4/2026) malam.

Dia diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri. Polisi bersama personel Pemadam Kebakaran (Damkar) KBB, provider pemilik tower serta Puskesmas setempat kemudian berkoordinasi untuk mengevakuasi pria tersebut.

"Kami terima laporannya itu sekitar pukul 20.15 WIB tentang adanya warga yang naik tower. Dugannya mau melakukan percobaan bunuh diri," kata Kanit Lantas Polsek Cipatat, Ipda Yusup Gustiana saat dikonfirmasi, Ahad (26/4/2026).

Menerima laporan tersebut, polisi langsung mengecek ke lokasi kejadian dan mendapati pria tersebut sudah berada di atas tiang tower yang berbahaya. Aksi nekat yang sempat membuat geger warga sekitar ini pertama kali diketahui sekitar pukul 20.00 WIB.

"Dari keterangan warga dan keluarga korban yang tinggal di sekitar rumah korban ketika pukul 20.00 wib melihat korban sudah memanjat tower jaringan selular dan setelah itu warga melapor," ujar Yusup.

Proses evakuasi pria nekat tersebut berjalan cukup dramatis dan alot. Awalnya, petugas gabungan membujuk HM menggunakan pengeras suara agar turun. Namun pria itu tak bergeming dan tetap berada di atas tower.

Untuk memastikan posisi dan kondisi keamanan HM di atas menara, petugas menerjunkan pesawat drone untuk memantau dari udara.

Mengingat kondisi HM yang sedang emosional dan mengabaikan panggilan dari bawah, petugas kemudian menggunakan pendekatan psikologis dengan melibatkan adik kandungnya.

Bersama teknisi jaringan tower yang menggunakan peralatan lengkap dan memperhatikan keamanan dan keselamatan, adiknya itu naik ke atas tower untuk membujuk kakaknya agar turun bersama.

Setelah melalui proses negosiasi dan bujukan dari sang adik, HM akhirnya bersedia dievakuasi turun petugas dengan menggunakan tali pengaman. Korban tiba di bawah dengan selamat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan tim medis untuk mendapatkan pendampingan psikologis lebih lanjut

"Proses evakuasinya itu sekitar dua jam. Alhamdulilla pria tersebut bisa dievakuasi petugas gabungan. Sekarang kondisinya sudah membaik," kata Yusup.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, aksi dugaan percobaan bunuh diri dengan memanjat ke atas tower itu dikarenakan depresi. Pasalnya, pria tersebut sebelumnya diketahui mengalami kecelakaan kerja yang berujung pada hilangnya mata pencaharian.

"Informasinya sebelumnya kecelakaan kerja di tempat kerjanya di Bandung. Setelah sembuh, awalnya mau kerja lagi tapi ternyata tidak diperbolehkan sama tempat kerjanya," kata Yusup. 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement