Rabu 29 Apr 2026 07:32 WIB

Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Majalengka Terbang ke Saudi, Ada yang Batal karena Hamil dan Wafat

Sebanyak 437 calon jamaah haji Majalengka diberangkatkan dari Bandara Kertajati.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Calon haji kloter tujuh embarkasi Kertajati berjalan menuju bus saat pemberangkatan di Pusdikpom, Kota Cimahi, Jawa Barat, Ahad (26/4/2026). Sebanyak 441 calon haji asal Kota Cimahi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) tujuh diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Jawa Barat di Indramayu untuk selanjutnya diterbangkan ke Arab Saudi pada (27/4) melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Calon haji kloter tujuh embarkasi Kertajati berjalan menuju bus saat pemberangkatan di Pusdikpom, Kota Cimahi, Jawa Barat, Ahad (26/4/2026). Sebanyak 441 calon haji asal Kota Cimahi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) tujuh diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Jawa Barat di Indramayu untuk selanjutnya diterbangkan ke Arab Saudi pada (27/4) melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Sebanyak 437 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Majalengka diterbangkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Ahad (26/4/2026). Gelombang pertama calhaj asal Majalengka itu sebelumnya menginap semalam di Asrama Haji Indramayu.

Rombongan calhaj itu tergabung ke dalam kloter 6 Embarkasi Kertajati. Setelah Kloter 6, sisa jamaah asal Majalengka lainnya akan diberangkatkan secara bertahap dalam Kloter 23 (8 Mei), Kloter 29 (13 Mei), dan Kloter 39 (18 Mei) yang bergabung dengan jamaah dari daerah lain.

Baca Juga

Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, Abu Mansur, mengatakan, dari total kuota 729 jamaah Kabupaten Majalengka, Kloter 6 mengawali keberangkatan dengan total 437 orang. “Data kami mencatat dalam kloter ini terdapat jamaah tertua berusia 87 tahun atas nama Ma’sum Sareh Artani dari Lemahsugih, dan jamaah termuda Khalifah Maulana Aditya berusia 17 tahun dari Burujul Kulon,” ujar Abu Mansur. 

Ia juga menambahkan terdapat 12 jamaah pengguna kursi roda dalam rombongan itu yang akan mendapatkan pendampingan khusus. Terkait jamaah yang batal berangkat, pihak Kemenhaj mengonfirmasi adanya beberapa orang yang urung berangkat. Yakni, karena wafat dan satu orang karena kondisi hamil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement