Rabu 29 Apr 2026 06:21 WIB

Darurat Sampah dan Stabilitas Ekonomi di Kota Bandung Jadi Sorotan

Ketahanan pangan, lingkungan dan ekonomi perlu diperkuat melalui pemberdayaan UMKM.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Tumpukan sampah berserakan di pinggir Jalan Babakan Ciparay, dekat TPS Sukahaji, Kota Bandung, Selasa (21/4/2026). Menurut petugas, kondisi memprihatinkan itu salah satunya disebabkan pembatasan kuota angkutan ke TPA Sarimukti. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah ke lokasi tersebut.
Foto: Edi Yusuf
Tumpukan sampah berserakan di pinggir Jalan Babakan Ciparay, dekat TPS Sukahaji, Kota Bandung, Selasa (21/4/2026). Menurut petugas, kondisi memprihatinkan itu salah satunya disebabkan pembatasan kuota angkutan ke TPA Sarimukti. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah ke lokasi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- DPD PKS Kota Bandung menyoroti dua permasalahan krusial yang masih terjadi di Kota Bandung yaitu masalah krisis atau darurat sampah dan stabilitas ekonomi. Mereka mengungkapkan diperlukan nilai-nilai keagamaan dalam proses pembangunan di Kota Bandung.

Ketua DPD PKS Kota Bandung Agus Andi Setyawan menekankan nilai-nilai keagamaan dalam proses pembangunan di Kota Bandung. Ia mengibaratkan semangat pembangunan seperti kebahagiaan dalam berpuasa.

Baca Juga

“Selain dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, kami ingin menghadirkan kebahagiaan ketiga, yaitu kebahagiaan dalam kehidupan bermasyarakat melalui kebersamaan dan pembangunan Kota Bandung,” ucap dia belum lama ini saat FGD bersama Wali Kota Bandung M Farhan sekaligus milad PKS ke 24.

Ia melanjutkan ketahanan pangan dan lingkungan serta ekonomi perlu diperkuat melalui pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi pemberdayaan keluarga. Pihaknya menegaskan berkomitmen untuk tetap mendukung Pemerintah Kota Bandung dengan pendekatan kolaboratif.

Namun, kritik konstruktif tetap akan disampaikan sebagai bagian dari fungsi pengawasan. “Tujuannya jelas, untuk perbaikan dan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang kuat dan berbasis data,” kata dia.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi