Jumat 01 May 2026 22:12 WIB

Peringatan May Day di Bandung Rusuh, Massa Berbaju Hitam Bakar Pos Polisi dan Fasilitas Umum

Saat polisi datang massa berbaju hitam kocar kacir.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Kerusakan pascakerusuhan selepas aksi May Day di Kota Bandung, Ahad (1/5/2026).
Foto: Ferry Bangkit Rizky/Republika
Kerusakan pascakerusuhan selepas aksi May Day di Kota Bandung, Ahad (1/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Momen peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung pada Jumat (1/5/2026) sore yang awalnya berjalan kondusif berubah mencekam ketika kelompok massa berbaju hitam melakukan aksi anarkis. Aksi semula berlangsung damai di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat. Setelah membubarkan diri, kelompok massa bergeser ke Jalan Cikapayang hingga Tamansari dengan melakukan aksi anarkis seperti pengerusakan pos polisi dengan cara dibakar hingga fasilitas umum. 

Ketika polisi datang, massa langsung kocar-kacir ke berbagai arah. Polisi pun terus mengejar massa. Sementara, dari arah Jalan Sulanjana, terlihat polisi dari Brimob Polda Jabar datang dengan membawa rantis. Gas air mata dan water cannon disiapkan. 

 

Kapolda Jabar, Irjen Rudy Setiawan menyayangkan terjadinya kericuhan yang dilakukan massa berpakaian hitam di Kota Bandung. Padahal, di Sumedang dan wilayah lainnya, kericuhan tak terjadi. Di sana, demo dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day berlangsung tertib.

 

"Ini kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam, tutup muka, membawa molotov, dan melakukan perusakan-perusakan fasilitas umum," kata dia kepada wartawan.

 

Pihaknya bakal memberikan tindakan tegas kepada massa yang berbuat kericuhan. Meskipun belum menyebut angkanya secara rinci, dia menyebut ada sejumlah orang yang telah ditangkap.

 

"Ini sangat membahayakan sekali. Apa yang dilakukan oleh mereka. Maka saya mengatakan bahwa ini kelompok-kelompok kriminal. Kita mengimbau untuk mereka membubarkan diri. Dan tentunya kami mengamankan para pelaku-pelaku yang melakukan perusakan," lanjut dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement