REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Rekaman video yang memperlihatkan belasan rambut siswi SMKN 2 Garut dipotong oleh guru bimbingan konseling (BK) gara-gara diwarnai viral di media sosial. Para siswi tersebut menangis histeris akibat pemotongan rambut tersebut.
Merespons peristiwa itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kepada media, bakal terdapat tayangan video yang diunggah di channel miliknya terkait masalah itu. Ia mengaku sudah bertemu dengan orang tua siswi dan siswi yang dipotong rambutnya diduga secara paksa.
"Nanti ada tayangannya nanti sore. Sudah siswa yang di Garut yang dipotong oleh guru BK-nya. Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu saya. Siswanya sudah ketemu," ucap dia di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Ia mengaku sudah membawa siswi tersebut ke salon untuk merapihkan rambut mereka. Total siswi yang diduga dipaksa dipotong rambut karena diwarnai mencapai 18 orang.
"Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon dan kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambut semuanya. Jumlah semuanya 18 orang sudah selesai," kata dia.
Ia pun menjelaskan bakal terdapat tayangan di channel miliknya di platform YouTube. "Nanti sore ada tayangan lengkapnya di Youtube saya agar bisa dilihat dengan jelas apa yang dilakukan," kata dia.
Seperti diketahui, peristiwa pemotongan rambut siswi yang diwarnai dilakukan setelah mereka masuk kelas usai mengikuti mata pelajaran olahraga di luar kelas. Seorang guru membawa gunting dan merazia rambut siswi. Para siswi pun menangis histeris akibat aksi tersebut.