REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Aksi unjuk rasa di Kabupaten Indramayu dalam beberapa waktu terakhir turut melibatkan satwa di dalamnya. Hal itu menimbulkan keprihatinan Komunitas Reptil Indramayu.
Keprihatinan itu muncul setelah adanya aksi unjuk rasa yang digelar massa Kompi, yang ‘menghadiahi’ Pendopo Indramayu dengan sejumlah ekor biawak. Selain itu, adapula aksi kelompok ATJ yang melemparkan sejumlah ekor ular ke area Pendopo Indramayu.
Aksi itu sebagai bentuk kekecewaan massa karena tak ditemui oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Namun, hal tersebut dinilai sebagai bentuk eksploitasi hewan untuk kepentingan tertentu.
Selain membahayakan, namun pelibatan satwa dalam aksi unjuk rasa juga dinilai mencederai upaya pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. “Hewan tidak bersalah dan seharusnya berada di habitatnya. Sangat disayangkan jika dijadikan alat dalam aksi demonstrasi,” ujar perwakilan Komunitas Reptil Indramayu, Sulthon Agung, Sabtu (9/5/2026).
Ia menyatakan, satwa berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Karena itu, satwa tidak semestinya dijadikan alat dalam kegiatan apa pun, termasuk aksi demonstrasi.