Jumat 15 May 2026 14:56 WIB

Kisah Taufik dengan Eceng Gondok yang tak Terpisahkan di Waduk Saguling

Aktivitas kerja sunyinya itu dilakoni sejak 27 Januari 2025.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Mas Alamil Huda
Sungai Citarum di KM 77, tepatnya di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat dipenuhi eceng gondok dan sampah, Jumat (28/6).
Foto: Republika/Muhammad Fauzi Ridwan
Sungai Citarum di KM 77, tepatnya di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat dipenuhi eceng gondok dan sampah, Jumat (28/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Terik matahari membakar kulit Taufik Rahmat Wardani (33 tahun) pada Jumat (15/5/2026) pagi. Ia memandangi perairan Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang dipenuhi eceng ondok yang menghampar membentuk pulau.

Perlahan ia mulai turun ke perairan Waduk Waguling. Bukan untuk menghindari sengatan matahari, tapi untuk membersihkan eceng gondok menggunakan tangan kosong dan peralatan seadanya. Mang Kiclik, sapaannya memiliki tekad besar untuk menyelamatkan perairan Saguling dari kepungan gulma yang kian meluas. Aktivitas kerja sunyinya itu dilakoni sejak 27 Januari 2025.

Baca Juga

"Aksi mengurangi populasi eceng gondok ini sebetulnya sudah saya lakukan sejak tahun 2017. Tapi kini dilakukan konsisten tiap hari mulai 2025 karena kondisinya makin parah, area perairan yang tertutup eceng makin luas, jadi saya bertekad untuk kontinu," kata Taufik.

Setiap hari ia menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga jam membersihkan eceng gondok di Blok Ciminyak, Desa Rancapanggung, hingga kawasan bawah Jembatan Biru Mukapayung. Eceng gondok yang berhasil diangkatnya rata-rata mencapai 5 kuintal setiap harinya.

Tumpukan tanaman air tersebut kemudian difermentasi secara alami di bantaran waduk agar bisa dimanfaatkan kembali oleh warga sebagai pakan ternak maupun pupuk tanaman. Data dari Indonesia Power selaku pengelola Waduk Saguling menunjukkan, dari total sekitar 5.600 hektare area waduk, sebanyak 94 hektare di antaranya telah tertutup eceng gondok.

"Kondisi itu membuat persoalan gulma air menjadi ancaman serius bagi ekosistem maupun aktivitas masyarakat," ujar dia.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi