Senin 18 May 2026 20:18 WIB

Cerita Warga Bandung Barat Terganggu dan Terancam Truk Tambang yang Melintasi Permukiman

'Pernah ada kejadian ring velg sampai terbang belasan meter.'

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Mas Alamil Huda
Salah Satu Kawasan Kars Citatah di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/ Republika
Salah Satu Kawasan Kars Citatah di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Warga Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mengeluhkan aktivitas truk tambang yang melintasi jalur permukiman. Aktivitas truk pengangkut hasil tambang mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan warga.

Warga menilai intensitas lalu lalang truk tambang yang mengakses Jalan Cibogo-Cibuntu di Desa Citatah saat ini sudah terlalu tinggi. Selain memicu debu dan kebisingan, kendaraan bertonase besar itu juga disebut menyebabkan kerusakan jalan hingga retakan pada sejumlah rumah di sekitar lintasan.

Baca Juga

"Pernah ada kejadian ring velg sampai terbang belasan meter. Untung saat itu tidak ada warga di pinggir jalan, kalau ada kan berbahaya kalau kena," kata Imas Marsinah (32), salah seorang warga, Senin (18/5/2026).

Dirinya mengatakan, keberadaan truk tambang juga menyebabkan kemacetan, debu tebal saat cuaca kering, hingga lumpur ketika hujan turun. Getaran kendaraan berat pun dinilai mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar jalan.

Desa Citatah diketahui menjadi jalur utama kendaraan pengangkut batu dari kawasan karst Citatah. Dalam sehari, sekitar 40 hingga 50 unit truk disebut hilir mudik dengan total lebih dari 100 ritase. Setiap kendaraan diperkirakan membawa muatan sekitar 14 sampai 15 ton.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement