Rabu 20 May 2026 07:07 WIB

Gerombolan Makhluk Pengisap Darah Teror Warga Cililin Bandung Barat, Berani Menyerang Siang Bolong

Mahkluk ini punya sifat tak bergeming ketika menempel dan menyedot darah.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Petani keramba jaring apung (KJA) di Waduk Cirata, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/2/2026). Sebanyak 121,8 ton ikan di perairan waduk saguling dan cirata mati massal.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/Republika
Petani keramba jaring apung (KJA) di Waduk Cirata, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/2/2026). Sebanyak 121,8 ton ikan di perairan waduk saguling dan cirata mati massal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah melakukan pengecekan ke lokasi munculnya gerombolan nyamuk yang menganggu aktivitas warga di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Tumbuhnya eceng gondok yang menutupi perairan Waduk Saguling diduga menjadi pemicu meningkatkan populasi nyamuk di wilayah tersebut. Gerombolan serangga penghisap darah itu tak hanya menyerang warga di malam hari, tapi juga berlangsung di siang bolong. Selain jumlahnya yang besar, nyamuk ini punya sifat tak bergeming ketika menempel dan menyedot darah. 

Baca Juga

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, keberadaan eceng gondok yang menumpuk di area waduk diduga menjadi salah satu faktor yang mendukung berkembangbiaknya nyamuk," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Dinkes melalui Puskesmas Mukapayung telah melakukan pengecekan dan penanganan secara berkala terhadap kesehatan warga setempat. Hasilnya, warga merasalan gatal dan bentol.

"Beberapa warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa bentol-bentol akibat gigitan serangga atau nyamuk, dan penanganan awal telah dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Mukapayung," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement