Jumat 22 May 2026 14:37 WIB

KDS Ajak Warga Kabupaten Bandung Ikut Doakan Thoudy Badai

KDS menyebut Thoudy sedang menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Foto: istimewa
Bupati Bandung Dadang Supriatna.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam tindakan tentara Israel (IDF) terhadap Thoudy Badai, jurnalis Republika asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang sempat diculik israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Kabar terbaru, jurnalis Republika Thoudy Badai dan rekan relawan lain telah turun dari pesawat yang membawa mereka dari Israel di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) WIB. Dia tiba bersama ratusan peserta Global Sumud Flotilla yang dievakuasi dari penculikan oleh pasukan penjajah Israel.

KDS menyebut Thoudy sedang menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional, bukan berada di wilayah konflik sebagai pihak bersenjata ataupun wisatawan.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan rasa sangat prihatin sekaligus mengecam keras tindakan IDF atau Zionis Israel yang menangkap jurnalis asal Kabupaten Bandung, saudara Thoudy Badai, saat menjalankan tugas peliputan kemanusiaan di jalur menuju Gaza,” ujar KDS, Kamis (21/5/2026).

Thoudy diketahui bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla bersama aktivis dan relawan internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Sebelum hilang kontak, Thoudy sempat mengirimkan video SOS dari atas kapal.

KDS mengatakan Pemkab Bandung telah mengambil langkah awal dengan meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung mendatangi keluarga Thoudy di Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka.

“Sejak kemarin kami terus menerima konfirmasi dari berbagai pihak dan media terkait perkembangan informasi ini. Saya juga sudah memerintahkan Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung untuk mendatangi dan berkoordinasi langsung dengan keluarga saudara Thoudy di Cicalengka sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut KDS, keselamatan jurnalis harus mendapat perlindungan sesuai hukum humaniter internasional, terlebih Thoudy sedang menjalankan tugas profesinya dalam misi kemanusiaan.

“Thoudy Badai adalah warga asli Kabupaten Bandung yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan. Karena itu kami berharap ada perlindungan dan perhatian serius terhadap keselamatannya sesuai hukum humaniter internasional yang melindungi jurnalis,” kata dia.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk turut mendoakan keselamatan Thoudy agar segera kembali ke Indonesia dengan selamat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk bersama-sama mendoakan keselamatan saudara kita Thoudy Badai agar segera diberikan perlindungan, keselamatan, dan bisa kembali pulang ke Indonesia, khususnya ke tengah keluarganya di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Selain itu, KDS meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri, mengambil langkah diplomasi maksimal guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada dalam kapal misi kemanusiaan tersebut.

“Kami juga berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah diplomasi terbaik dan maksimal agar warga kami dapat segera dipulangkan dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement