Jumat 22 May 2026 15:17 WIB

4,3 Ton Beras dan 1.000 Liter Minyak Goreng Diguyur di Tiap Titik GPM, Ini Selisih Harganya

GPM Idul Adha disusun berbasis data harga dan kebutuhan riil masyarakat.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
cabe beras ilustrasi
Foto: republika
cabe beras ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Menjelang Idul Adha, harga pangan tingkat konsumen di Kabupaten Kuningan cukup tinggi. Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, Pemkab Kuningan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Dirahmati (Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan, GPM telah dimulai di Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak pada 18 Mei 2026, Desa Bangunjaya Kecamatan Subang pada 19 Mei 2026, Desa Pancalang Kecamatan Pancalang 20 Mei 2026, dan Desa Ciangir Kecamatan Cibingbing pada 21 Mei 2026.

Baca Juga

“GPM Idul Adha akan terus berlanjut hingga 23 Mei 2026 dengan titik berikutnya di Desa Citapen Kecamatan Hantara dan Desa Linggasana Kecamatan Cilimus,” ujar Wahyu, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, pelaksanaan GPM Idul Adha disusun berbasis data harga dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, distribusi komoditas dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung terhadap pengendalian inflasi daerah.

“Ketika harga pasar mulai bergerak naik, pemerintah wajib hadir menjaga keseimbangan. Karena itu, GPM Iduladha bukan sekadar kegiatan distribusi pangan, tetapi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement