REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Sunda. Namun juga memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sebelumnya, menuturkan, selain tingginya partisipasi warga, pihaknya menilai kegiatan tersebut juga mendorong perputaran ekonomi daerah. Ia mencontohkan tingkat hunian hotel yang meningkat selama agenda berlangsung.
“Dari sisi ekonomi memberikan implikasi yang cukup kuat. Coba lihat hotel-hotel penuh, kunjungan ke Jawa Barat meningkat, dan beberapa daerah mulai tampak bersih,” katanya, dalam keterangan yang diterima, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan data penyelenggara, total perputaran ekonomi dari rangkaian acara budaya tersebut mencapai hingga Rp 60,67 miliar. Jumlah itu tersebar di sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat.
Bahkan, jika ditambah dengan belanja langsung sepanjang event yang mencapai Rp 24,3 miliar, maka total perputaran ekonomi mencapai Rp 80 miliar lebih. Sedangkan total estimasi penonton yang menghadiri rangkaian kirab budaya, mencapai 1.213.500 orang. Perhitungan tersebut berasal dari akumulasi penonton di titik start, area finish, serta masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalur kirab.