Jumat 29 May 2026 13:53 WIB

Diiming-Iming Kerja di Perusahaan Sawit, Satu Keluarga dari KBB Tertipu dan Terlantar di Papua Barat

Satu keluarga itu terkatung-katung selama satu tahun di Sorong.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Kebun sawit, ilustrasi
Foto: Darmawan/Republika
Kebun sawit, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat diduga menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan. Nasib mereka terkatung-katung selama setahun di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Informasi itu pertama kali diterima Dinas Sosial KBB dari Dinas Sosial Kota Sorong yang mengirimkan surat permohonan pemulangan keluarga tersebut ke kampung halamannya di Bandung Barat. Satu keluarga itu terdiri dari Ade Halidan selaku kepala keluarga, istrinya Peni Herawati, serta dua anak mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan.

 

"Benar, kami menerima surat permohonan pemulangan satu keluarga dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, ke Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan," Kepala Dinas Sosial KBB, Idad Saadudin saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

 

Menurut Idad, keluarga tersebut diduga menjadi korban penipuan oleh pihak tertentu yang menjanjikan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Mereka diketahui sudah berada di wilayah tersebut selama lebih dari satu tahun.

 

"Informasinya mereka tertipu iming-iming pekerjaan di perkebunan kelapa sawit dan sudah berada di sana lebih dari setahun," ucap Idad.

 

Untuk proses pemulangan, Dinas KBB sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) KBB hingga aparat kewilayahan setempat.

 

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) pada Disnakertrans KBB, Dewi Andani mengatakan, renacanya keluarga yang diduga menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan itu akan dipulangkan pada Sabtu (30/2026) melalui jalur laut.

 

"Insya Allah hari Sabtu itu sampe Jakarta dulu melalui kapal laut. Kami mendapat bantuan dari Banzas dalam proses pemulangan keluarga ini," kata Dewi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement