REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat diduga menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan. Nasib mereka terkatung-katung selama setahun di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Informasi itu pertama kali diterima Dinas Sosial KBB dari Dinas Sosial Kota Sorong yang mengirimkan surat permohonan pemulangan keluarga tersebut ke kampung halamannya di Bandung Barat. Satu keluarga itu terdiri dari Ade Halidan selaku kepala keluarga, istrinya Peni Herawati, serta dua anak mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan.
"Benar, kami menerima surat permohonan pemulangan satu keluarga dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, ke Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan," Kepala Dinas Sosial KBB, Idad Saadudin saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Menurut Idad, keluarga tersebut diduga menjadi korban penipuan oleh pihak tertentu yang menjanjikan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Mereka diketahui sudah berada di wilayah tersebut selama lebih dari satu tahun.
"Informasinya mereka tertipu iming-iming pekerjaan di perkebunan kelapa sawit dan sudah berada di sana lebih dari setahun," ucap Idad.
Untuk proses pemulangan, Dinas KBB sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) KBB hingga aparat kewilayahan setempat.
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) pada Disnakertrans KBB, Dewi Andani mengatakan, renacanya keluarga yang diduga menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan itu akan dipulangkan pada Sabtu (30/2026) melalui jalur laut.
"Insya Allah hari Sabtu itu sampe Jakarta dulu melalui kapal laut. Kami mendapat bantuan dari Banzas dalam proses pemulangan keluarga ini," kata Dewi.