Kamis 04 Jun 2026 17:46 WIB

Keluh Kesah Pelaku Usaha di Bandung Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

Pelaku UMKM dan masyarakat lebih menahan diri dan sabar.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.268 per dolar AS. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dipicu meningkatnya tekanan global yang turut mengguncang mata uang di kawasan. Meski demikian, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.268 per dolar AS. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dipicu meningkatnya tekanan global yang turut mengguncang mata uang di kawasan. Meski demikian, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan kondisi rupiah yang tembus Rp 18.000 per dollar saat ini. Mereka menilai akan terjadi penurunan daya beli masyarakat yang berdampak ekonomi semakin sulit.

"Yang pasti dengan kondisi ekonomi saat ini hanya bisa berharap kedepannya lebih baik," ucap Septian Nurhadi pelaku usaha di Kota Bandung, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga

Ia mengaku tidak menafikan akan terjadi penurunan daya beli masyarakat sehingga ekonomi akan semakin sulit. Dengan kondisi saat ini, Septian mengaku harus lebih bisa menahan diri dari usaha dan lebih sabar.

"Lebih menahan diri dan sabar saja," ungkap dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Berita Lainnya

Rekomendasi