Jumat 05 Jun 2026 14:44 WIB

Guru Besar UIN Nilai Pergantian Pimpinan BGN Momentum Perkuat Tata Kelola MBG

Evaluasi perlu dilakukan untuk memperkuat tata kelola BGN.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025). Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN yaitu Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kasus korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Foto: Republika/Prayogi
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025). Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN yaitu Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kasus korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Achmad Tjahja Nugraha menilai pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu, pergantian pimpinan waktunya mengevaluasi program yang melibatkan anggaran besar dan jutaan penerima manfaat.

"Langkah Presiden Prabowo menunjukkan komitmen beliau yang tegas untuk terus melakukan evaluasi terhadap program prioritas pemerintah," ucap dia saat berada di Bandung, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga

Ia menyebut evaluasi yang dilakukan bukan untuk menghentikan program akan tetapi memastikan pelaksanaan berjalan efektif, aman dan tepat sasaran. Berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG, Achmad Tjahja mengatakan menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan tata kelola.

Selain itu, ribuan kasus gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari pelaksanaan MBG menunjukkan perlu sistem pengawasan yang semakin ketat. Sehingga kualitas layanan dan keamanan pangan dapat terjaga di seluruh daerah sesuai harapan bapak Prabowo.

"Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia ke depan. Setiap kelemahan yang ditemukan harus segera diperbaiki agar manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat," kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi