REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Achmad Tjahja Nugraha menilai pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu, pergantian pimpinan waktunya mengevaluasi program yang melibatkan anggaran besar dan jutaan penerima manfaat.
"Langkah Presiden Prabowo menunjukkan komitmen beliau yang tegas untuk terus melakukan evaluasi terhadap program prioritas pemerintah," ucap dia saat berada di Bandung, Kamis (4/6/2026).
Ia menyebut evaluasi yang dilakukan bukan untuk menghentikan program akan tetapi memastikan pelaksanaan berjalan efektif, aman dan tepat sasaran. Berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG, Achmad Tjahja mengatakan menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan tata kelola.
Selain itu, ribuan kasus gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari pelaksanaan MBG menunjukkan perlu sistem pengawasan yang semakin ketat. Sehingga kualitas layanan dan keamanan pangan dapat terjaga di seluruh daerah sesuai harapan bapak Prabowo.
"Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia ke depan. Setiap kelemahan yang ditemukan harus segera diperbaiki agar manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat," kata dia.