Sabtu 06 Jun 2026 22:02 WIB

Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS Bikin Kedelai Impor Mahal, Pengrajin Tahu Cibuntu Ancam Mogok

Jika pengrajin Cibuntu mogok produksi tahu dan tempe akan hilang dari pasar.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Pengrajin tahu di sentra tahu Cibuntu, Kota Bandung mulai menaikkan harga tahu terhitung hari ini, Selasa (31/3/2026) imbas kenaikan harga kedelai mencapai 10.000 lebih per kilogram.
Foto: M Fauzi Ridwan/REPUBLIKA
Pengrajin tahu di sentra tahu Cibuntu, Kota Bandung mulai menaikkan harga tahu terhitung hari ini, Selasa (31/3/2026) imbas kenaikan harga kedelai mencapai 10.000 lebih per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Para pengrajin tahu di sentra industri Tahu Cibuntu, Kota Bandung bakal melakukan aksi mogok massal menyikapi rupiah yang tembus Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi itu menyebabkan harga kedelai impor dari Amerika, Kanada dan Brazil mengalami kenaikan signifikan.

Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu dan Tempe Jawa Barat Jamaludin mengatakan harga kedelai per kilogram saat ini sudah mencapai Rp 11.000. Kondisi itu mempengaruhi usaha dan operasional produksi tahu dan tempe.

Baca Juga

"Kami pengrajin khawatir (harga) kedelai terus naik diikuti bahan-bahan yang lain bisa jadi naik juga. Kalau dolar naik otomatis terdampak karena kita pakai impor," ucap dia, Sabtu (6/6/2026).

Ia mengatakan para pengrajin tahu sangat tergantung kepada pasokan kedelai impor. Di satu sisi, Jamaludin menyebut pengrajin kesulitan untuk menaikkan harga tahu dan tempe ke konsumen.

"Makanya kita ya solusinya salah satunya ya kita demo mogok," kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi