Senin 08 Jun 2026 02:36 WIB

Observatorium Bosscha Masih Tertutup untuk Umum Jelang Liburan Sekolah, Pengelola Beberkan Alasannya

Tapi Bosscha masih menerima kunjungan grup dari sekolah.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Suasana Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/1/2023). Observatorium Bosscha yang diresmikan pada 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Bintang Hindia-Belanda) pada tahun ini genap berusia 100 tahun. Observatorium Bosscha merupakan observatorium modern pertama di Asia Tenggara.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Suasana Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/1/2023). Observatorium Bosscha yang diresmikan pada 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Bintang Hindia-Belanda) pada tahun ini genap berusia 100 tahun. Observatorium Bosscha merupakan observatorium modern pertama di Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat sedang dipersiapkan untuk kembali dibuka secara umum agar bisa melihat benda-benda langit. Observatorium Bosscha yang dikelola Institut Teknologi Bandung (ITB) itu saat ini masih ditutup untuk umum.

"Sedang dalam persiapan untuk program kunjungan bagi masyarakat umum. Ya persiapan yang kita lakukan bertahap, terutama infrastruktur penunjangnya," kata peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga

Dia menjelaskan alasan Bosscha masih tertutup untuk masyarakat umum, di antaranya karena daya dukung yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk mendatangkan orang dalam jumlah banyak. Ditambah keefektifan program kunjungan harus memperhatikan sisi kenyamanan dan keamanan pengunjung. 

"Ya sekarang kita masih persiapkan, mudah-mudaha paling cepat di bulan Juni ini bisa selesai. Atau mungkin di bulan Juli, karena kita juga kan mempertimbangkan SDM yang terbatas karena harus melaksanakan program lainnya di luar Bosscha," ungkap Yatny.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi