Rabu 10 Jun 2026 16:14 WIB

Tiga Lembaga Konservasi Bersaing Kelola Bandung Zoo

Proses lelang berjalan serius dengan nilai investasi yang besar.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Petugas melakukan perawatan gajah di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (5/5/2026). Pemerintah Kota Bandung mengajukan izin lembaga konservasi sementara untuk pengelolaan hingga ketersediaan pakan di Bandung Zoo yang telah ditutup hampir setahun lalu kepada Kementerian Kehutanan guna memastikan 711 satwa di Bandung Zoo tidak direlokasi.
Foto: Edi Yusuf
Petugas melakukan perawatan gajah di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (5/5/2026). Pemerintah Kota Bandung mengajukan izin lembaga konservasi sementara untuk pengelolaan hingga ketersediaan pakan di Bandung Zoo yang telah ditutup hampir setahun lalu kepada Kementerian Kehutanan guna memastikan 711 satwa di Bandung Zoo tidak direlokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, -- BANDUNG -- Tiga lembaga konservasi bersaing untuk dapat mengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo dalam proses lelang yang dilaksanakan Pemkot Bandung. Mereka yaitu Faunaland berbasis di Jakarta, Taman Safari Indonesia dan Gembira Loka dari Yogyakarta.

"Ya yaitu Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka," ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Senin (8/6/2026).

Baca Juga

Ia mengatakan proses lelang akan kembali dibuka dengan tiga peserta yang telah memenuhi persyaratan. Farhan menyebut lelang saat ini proses terakhir dan jika gagal maka belum dipastikan ke depan pengelolaan Bandung Zoo seperti apa.

"Saya cukup deg-degan karena saya sendiri tidak boleh melihat dokumennya secara langsung. Ini adalah kesempatan terakhir. Kalau lelang kembali gagal, saya tidak tahu harus melakukan apa lagi," kata dia.

Jika proses lelang gagal, ia menyebut akan menghadap kepada Kementerian Kehutanan untuk melaporkan perkembangannya. Termasuk melapor kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Nanti kami bertiga akan membahas langkah selanjutnya terkait pengelolaan satwa di sana," kata dia.

Ia mengatakan panitia lelang melibatkan sejumlah pihak seperti tenaga ahli dari Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Jabar. Mereka memiliki kompetensi dari aspek pengelolaan satwa.

"Kalau kami di pemerintah kota lebih kepada menghitung dan menilai aspek asetnya," kata dia.

Ia menambahkan proses lelang berjalan serius dengan nilai investasi yang besar. Ia menyebut apabila terjadi perubahan angka penawaran dari peserta maka harus melakukan proses administrasi lelang ulang.

Seperti diketahui, Bandung Zoo sudah ditutup lebih dari enam bulan dan hingga saat ini operasional pengunjung ditutup sementara. Perawatan satwa dilakukan mantan karyawan Yayasan Margasatwa Tamansari.

Berita Lainnya

Rekomendasi