Jumat 12 Jun 2026 07:07 WIB

Dolar AS Menguat Picu Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Naik, Omzet Pedagang Terjun Bebas

Naiknya harga barang-barang itu membuat omset pedagang jadi menurun.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisonal.
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisonal.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus berdampak pada harga barang-barang kebutuhan masyarakat di pasar tradisional. Sejumlah komoditas pangan, terutama bawang putih, mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan pantauan Republika di Pasar Baru Indramayu, Selasa (9/6/2026), harga bawang putih di tingkat grosir mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan di tingkat eceran, di kisaran Rp 37 ribu per kilogram.

Baca Juga

Kondisi itupun dikeluhkan oleh para pedagang di Pasar Baru Indramayu. Salah seorang pedagang, Juhana (63), mengungkapkan, lonjakan nilai mata uang asing tersebut berbanding lurus dengan naiknya harga kulakan barang.

"Naiknya nilai dolar Amerika ada pengaruhnya kepada harga barang di pasar tradisional. Terutama barang-barang dari luar (impor) pada naik. Yang paling terasa kenaikannya tuh bawang putih," ujar Juhana, saat ditemui di lapaknya.

Berita Lainnya

Rekomendasi