REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat, terus melakukan perbaikan data kemiskinan. Hal itu sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran pada 2026.
Dalam pemutakhiran data penerima bantuan sosial melalui verifikasi dan pemasangan stiker penerima bansos 2026, tercatat sebanyak 126.925 keluarga penerima bantuan masuk dalam pendataan. Dari jumlah tersebut, 114.057 keluarga penerima bantuan sudah dilakukan pemasangan stiker 'Keluarga Miskin', dengan capaian sekitar 89,9 persen.
Dari hasil verifikasi tersebut, sebanyak 2.552 keluarga penerima manfaat (KPM) mengalami graduasi mandiri atau perubahan status. Adapun rinciannya, 1.216 KPM meninggal dunia, 779 KPM mengundurkan diri dari penerima bantuan karena enggan ditempeli stiker, 391 KPM pindah domisili, dan 166 KPM tidak ditemukan.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan, labelisasi dan pemutakhiran data penduduk miskin menjadi kunci agar setiap program pemerintah memiliki arah yang jelas dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Program bantuan sosial pun bisa diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Perbaikan data ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan intervensi pemerintah,” katanya, Kamis (18/6/2026).