Selasa 23 Jun 2026 23:31 WIB

Pengakuan Penjaga Kos: Kepala Yuvita Retak dan Bernanah, Pelaku Kirim Ancaman Pembunuhan

Pelaku mengancam akan membunuh penjaga kosan yang memviralkan masalah tersebut.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung yang selanjutnya akan diperiksa atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR selama tiga tahun.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung yang selanjutnya akan diperiksa atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR selama tiga tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) hingga alami kebutaan di Cinunuk, Kabupaten Bandung sempat mengancam penjaga kosan yang memviralkan masalah yang dialami korban. Sepekan setelah kejadian terungkap dan viral, pelaku kembali ke kosan sambil mengancam penjaga kosan bakalan mati.

Resa Rohendi (40 tahun) menyebutkan setelah satu pekan kejadian yang menimpa korban viral, pelaku datang ke kosan. Resa menyebut, Taufik meminta bantuan tetangga kosan seorang pedagang martabak untuk mengambilkan kipas dan barang lainnya di kamar kosannya.

Baca Juga

Pelaku juga mengancam akan membunuh penjaga kosan melalui pesan singkat yang dikirim ke tetangga kosannya. "Tiga hari lalu pas ada kejadian, dia sempat ke sini ngambil kipas sama dispenser nyuruh tukang martabak yang ngekos di atas sambil minta nomor tukang martabak akhirnya ngirim ancaman begitu," kata dia, Senin (22/6/2026).

"Kalau ketemu, maunya (pelaku) harus mati (saya)," kata Resa.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi