Senin 29 Jun 2026 21:45 WIB

Presiden Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dihukum Seberat-beratnya

Presiden mengimbau masyarakat melaporkan ke polisi jika melihat yang mencurigakan.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung yang selanjutnya akan diperiksa atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR selama tiga tahun.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung yang selanjutnya akan diperiksa atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR selama tiga tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Kantor Kepresidenan (KSP) Jenderal Pur Dudung Abdurachman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum untuk menghukum Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan dan penyekapan terhadap Yuvita Tri Rezeki seberat-beratnya. Yuvita mengalami kebutaan dan cacat yang saat ini dirawat di RSHS Bandung.

"Pesan beliau (presiden) ya diproses sesuai hukum yang berlaku dan beliau sangat peduli sekali dengan kejadian ini dan berharap untuk tidak terulang," ucap dia saat menjenguk korban di RSHS Bandung, Kamis (25/6/2026) malam.

Baca Juga

Dudung berkata, Presiden Prabowo Subianto mengimbau kepada masyarakat jika melihat hal-hal yang mencurigakan atau janggal untuk segera melaporkan ke aparat terkait. Dudung melanjutkan hadir di rumah sakit untuk langsung melihat korban dan keluarganya.

"Tentunya saya sampaikan, negara hadir dan sangat peduli kepada perawatan bahkan kelanjutannya. Tadi juga saya mendapat laporan langsung dari Direktur Hasan Sadikin bahwa memang untuk penganiayaan terhadap perempuan dan anak tidak di-cover BPJS," kata dia.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi