Selasa 30 Jun 2026 16:37 WIB

Perluas Akses Penyandang Disabilitas, Aisyiyah Jabar Dorong Bursa Kerja Khusus di SLB

Bursa kerja khusus di SLB permudah penyandang disabilitas mengakses peluang kerja.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Aisyiyah Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menggelar program inklusi workshop pengembangan bursa kerja khusus di lingkungan sekolah luar biasa (SLB), Senin (29/6/2026).
Foto: Dok Republika
Aisyiyah Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menggelar program inklusi workshop pengembangan bursa kerja khusus di lingkungan sekolah luar biasa (SLB), Senin (29/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Aisyiyah Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menggelar program inklusi workshop pengembangan bursa kerja khusus di lingkungan sekolah luar biasa (SLB), Senin (29/6/2026). Total 30 orang dari Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ponorogo, dan Sidoarjo hadir sebagai peserta kegiatan.

Workshop mengusung tema meningkatkan akses kerja difabel melalui bursa kerja khusus untuk mewujudkan ketenagakerjaan inklusif. Diharapkan kegiatan itu dapat memperluas akses penyandang disabilitas terhadap dunia kerja.

Baca Juga

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati mengatakan, upaya pendampingan dan memandirikan penyandang disabilitas bagian dari program organisasi dan amanah yang harus dijalankan. Selain itu diharapkan kegiatan bagian dari memandirikan anak-anak penyandang disabilitas.

"Kita akan membahas sesuatu yang sangat mulia. Amanah yang telah diberikan kepada kita adalah merawat, membesarkan, dan menempatkan saudara-saudara kita yang ditakdirkan Allah memiliki kebutuhan khusus. Ini bukan sekadar program atau tugas, tetapi sejatinya merupakan amanah dari Allah," ucap dia dikutip Selasa (30/6/2026).

Program Inklusi PP Aisyiyah Hajar Nur Setyowati mengatakan, tantangan ketenagakerjaan penyandang disabilitas di Indonesia masih besar. Ia menyebut terdapat 14,6 juta penyandang disabilitas usia kerja di Indonesia dengan 605 ribu penyandang disabilitas berat.

Dari sekitar 11,34 juta penyandang disabilitas usia kerja, ia mengatakan tingkat partisipasi angkatan kerja baru mencapai sekitar 19,7 persen. Sedangkan yang bekerja di sektor formal baru sekitar 9,7 persen.

"Tentu kita berharap angka ini dapat terus meningkat. Karena itu, kita perlu bersama-sama mendorong ketenagakerjaan penyandang disabilitas," kata dia.

Ia menambahkan pengembangan Bursa Kerja Khusus di SLB merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap strategi nasional ketenagakerjaan penyandang disabilitas. Sekaligus upaya membangun sistem yang berkelanjutan.

Ia mengatakan Aisyiyah mendorong kesiapan penyandang disabilitas bekerja mulai dari meningkatkan kesiapan kerja penyandang disabilitas. Serta melalui pelatihan soft skills, mempertemukan SLB dengan penyedia kerja, hingga mengembangkan program seperti magang.

Hajar mengatakan pembentukan Bursa Kerja Khusus di SLB diharapkan dapat dikembangkan di berbagai daerah agar proses penyiapan kerja dapat dilakukan secara mandiri oleh SLB.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi