Selasa 07 Jul 2026 10:03 WIB

Perempuan Asal Cirebon Diduga jadi Korban Kekerasan Anggota Polisi, Begini Kondisi Terakhirnya

MAN diketahui menderita luka-luka di tubuhnya.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Mas Alamil Huda
Seorang aktivis menampilkan teatrikal saat aksi damai bersama di depan Polda Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (2/5/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Seorang aktivis menampilkan teatrikal saat aksi damai bersama di depan Polda Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (2/5/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- MAN (30 tahun), perempuan asal Kota Cirebon, Jawa Barat diduga menjadi korban kekerasan oleh anggota kepolisian. MAN diketahui menderita luka-luka di tubuhnya dan kini menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati. 

Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal RSD Gunung Jati, dr Beni Ciptawan pun menjelaskan kondisi MAN. Menurutnya, informasi yang beredar tentang adanya belatung pada luka MAN tidak benar. Ia mengungkapkan, cairan yang keluar dari luka pada tubuh korban merupakan bagian normal dari fase penyembuhan, bukan karena adanya ulat.

Baca Juga

"Memang benar keluar cairan, tapi kalau ulat itu tidak ada. Cairan itu adalah respons alami tubuh kita saat terluka untuk memulai proses penyembuhan," kata Beni, Senin (6/7/2026).

Korban sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit lain. Karena itu, tim medis RSD Gunung Jati tidak bisa memastikan penyebab awal dari luka tersebut.

"Pasien datang dalam kondisi sudah pernah ditangani di fasilitas kesehatan lain, sehingga lukanya sudah tersamarkan. Fokus kami saat ini adalah mempercepat pemulihannya," tambahnya.

Untuk memulihkan jaringan kulit yang rusak, tim dokter menerapkan perawatan berkala berupa penggantian perban setiap dua hari sekali. Hingga kini, pihak rumah sakit belum merencanakan tindakan operasi dan memilih memantau perkembangan luka secara konsisten.

“Nanti kita lihat setelah perawatan luka ini, apakah perlu tindakan operasi atau tidak,” ucapnya.

photo
Data Kekerasan Kepolisian - (Republika)

Ia menambahkan, penanganan terhadap MAN saat ini dilakukan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran. Selain dokter bedah umum sebagai penanggung jawab utama, penanganan pasien juga dikonsultasikan kepada dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis forensik.

Tak hanya menyembuhkan luka fisik, RSD Gunung Jati juga menaruh perhatian besar pada trauma psikologis yang dialami korban. Setiap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak akan mendapatkan konsultasi psikolog.

“Untuk korban kekerasan perempuan dan anak, kita lakukan tata laksana secara komprehensif hingga selesai," kata Beni.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi