Rabu 08 Jul 2026 19:20 WIB

Berkah di Balik Limbah, Desa di Cirebon Sulap Sampah Jadi Cuan dan Lapangan Kerja

TPS setempat disulap jadi motor penggerak ekonomi warga.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi TPS.  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gempol Mandiri, menyulap tempat pengelolaan sampah menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus benteng kelestarian lingkungan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi TPS. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gempol Mandiri, menyulap tempat pengelolaan sampah menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus benteng kelestarian lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Keberadaan sampah yang kerap menjadi masalah, justru berhasil diubah menjadi berkah oleh Pemerintah Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Lewat tangan dingin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gempol Mandiri, tempat pengelolaan sampah (TPS) setempat disulap menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus benteng kelestarian lingkungan.

Langkah progresif itu bermula dari keprihatinan pemdes setempat terhadap menjamurnya tempat pembuangan sampah ilegal. Tak tinggal diam, mereka menggandeng Pemerintah Kecamatan Gempol dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon untuk menutup titik-titik pembuangan sampah liar lalu merombaknya menjadi sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu.

Baca Juga

Kepala Desa Gempol, Askarno, mengatakan, pengelolaan sampah di desanya terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor industri. “Kami berkolaborasi dengan Indocement untuk pembuangan Refuse-Derived Fuel (RDF). Dari situ kami bisa memperoleh pendapatan asli desa (PADes) dan mengurangi pengangguran dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk berkerja di Tempat Pengelolaan Sampah BUMDES Gempol Mandiri,” ujar Askarno, Selasa (7/7/2026).

Selain mengolah sampah, BUMDes Gempol Mandiri juga mengembangkan berbagai inovasi. Di antaranya, budidaya maggot serta produksi pupuk organik cair yang memanfaatkan limbah buah-buahan.

Maggot hasil budidaya bahkan diolah menjadi pakan ternak melalui proses penyangraian menggunakan pasir. Hal itu akhirnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Berita Lainnya

Rekomendasi