Kamis 16 Jul 2026 11:06 WIB

KDM Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan

Ajak anak-anak beraktivitas yang membutuhkan banyak gerak.

Gubernur Jawa Barat (Jabar)  Dedi Mulyadi.
Foto: Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar)  Dedi Mulyadi menyatakan kebiasaan anak-anak bermain gawai terlalu lama bisa mengancam kesehatan. Kebiasaan itu membuat anak-anak kurang bergerak sehingga nutrisi di dalam tubuh tidak berubah menjadi energi.

Dampaknya, anak-anak mudah terkena penyakit dan tingkat emosinya tinggi. Beberapa penyakit yang umumnya diderita orang dewasa, kini ditemukan pada anak-anak. Di antaranya, gagal ginjal dan diabetes.

"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, juga nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045, dengan tema "Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global",  Rabu (15/7/2026).

Karena itu, ia meminta orang tua memperhatikan pola hidup anak-anak. Ajak anak-anak beraktivitas yang membutuhkan banyak gerak. Jaga pula asupan anak agar tak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, termasuk yang tinggi gula.

Pada kesempatan itu, KDM menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi Jabar untuk meningkatkan nutrisi ibu hamil. 

"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket, atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," jelas KDM.

Menurut KDM, secara material negara harus bertanggung jawab terhadap asupan makanan bergizi, minuman berkualitas, udara bersih. "Seluruhnya negara harus bertanggungjawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," katanya menegaskan. 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi