Kamis 16 Jul 2026 13:47 WIB

BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan di Jawa Barat, Air Bersih Terancam Langka

Tujuh kabupaten dan kota di Jabar dilaporkan mengalami kekeringan pada Juni 2026.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Warga membawa galon yang berisi air bersih saat distribusi bantuan air di Desa Neglasari, RT 03/RW 02, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). Menurut warga setempat, krisis air telah terjadi sejak pertengahan Mei 2026 lalu akibat kekeringan pada musim kemarau
Foto: Republika/Prayogi
Warga membawa galon yang berisi air bersih saat distribusi bantuan air di Desa Neglasari, RT 03/RW 02, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). Menurut warga setempat, krisis air telah terjadi sejak pertengahan Mei 2026 lalu akibat kekeringan pada musim kemarau

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengingatkan pemerintah dan masyarakat tentang ancaman kekeringan pada musim kemarau kali ini di Jawa Barat. Mereka mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengelola air bersih.

Plt Kepala BMKG Bandung Edi Wibowo mengatakan curah hujan di Jawa Barat cenderung menurun termasuk periode tanggal 16 hingga 22 Juli tahun 2026. Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dampak musim kemarau.

Baca Juga

Seperti penurunan ketersediaan air bersih, kekeringan lahan pada area pertanian, serta peningkatan titik panas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Ia menyebut masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan air bersih.

"Menghindari aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan dan menjaga ketahanan tubuh dari debu dan suhu panas ekstrem," ucap dia melalui keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).

Meski curah hujan menurun, ia mengatakan potensi hujan tetap dapat terjadi dengan intensitas ringan hingga berat. Terutama pada sore dan dini hari di sebagian wilayah di Jawa Barat.

Berita Lainnya