REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambangi rumah duka keluarga korban kecelakaan maut yang menewaskan 12 orang di jalur pantura Indramayu. Ia datang ke Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/7/2026) petang.
Didampingi Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang dan jajaran Forkopimda, gubernur yang akrab disapa KDM itu datang tidak sekadar untuk melayat. Ia juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
KDM salah satunya mengujungi rumah almarhum Warkidi. Ia menyempatkan diri untuk berbincang dengan keluarga dari almarhum, termasuk mengenai kronologi keberangkatan para korban sebagai rombongan pengantar pengantin. “Mobil itu mau ke mana?,” tanya KDM.
“Abis dari Parean mau pulang ke sini, nganter penganten,” jelas Warsem, salah seorang keluarga korban.
“Mobil apa?” kata KDM.
“Mobil bak terbuka, Gran Max. (Tertabraknya) di Kiajaran Kulon, (ditabrak) dari belakang dulu terus (ditabrak) lagi dari depan,” terang Warsem.
Dalam kesempatan itu, KDM pun menyerahkan santunan sebesar Rp 25 juta kepada keluarga masing-masing korban meninggal. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang sedang dilanda kesedihan.