Selasa 21 Jul 2026 18:06 WIB

5 Kecamatan di Bandung Barat Kekeringan, Bupati Jeje: Kita Bangun 48 Sumur Bor

BPBD KBB telah mendistribusikan 10.000 liter air ke empat lokasi terdampak kekeringan

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Anak-anak bermain sepakbola di Anak Sungai Citarum yang mengering di Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 18 Juni 2026 sampai 30 September 2026 yang dilakukan imbas 27 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak kekeringan saat musim kemarau 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Anak-anak bermain sepakbola di Anak Sungai Citarum yang mengering di Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 18 Juni 2026 sampai 30 September 2026 yang dilakukan imbas 27 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak kekeringan saat musim kemarau 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyebutkan, sudah ada lima kecamatan yang dilaporkan mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang berdampak terhadap krisis air bersih dan pertanian. Pemkab Bandung Barat pun sudah menyiapkan langkah penanganan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kekeringan mulai terlaporkan di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Cipatat, Cikalongwetan, Sindangkerta, Cipongkor, dan Cihampelas. Di sejumlah desa, masyarakat mulai mengeluhkan sumber air bersih yang mengering sehingga kebutuhan air bersih sehari-hari mulai terganggu.

Baca Juga

"Jadi hari ini saya cek langsung ke beberapa wilayah yang terdampak kekeringan saat kemarau. Tadi cek ke Cipongkor, lalu Sindangkerta, dan Cihampelas. Jadi memang warga kesulitan air bersih, sumber air terdekatnya," kata Jeje saat ditemui di Cihampelas, Selasa (21/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah melakukan beberapa langkah penanganan. Pertama, menyiagakan armada distribusi air bersih yang terdiri dari tiga unit mobil tangki BPBD, dua unit dari Dinas Perumahan dan Permukiman, serta satu unit dari Dinas Pemadam Kebakaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

"Kemudian mempercepat pembangunan sumber air melalui pengeboran sumur bor atau SPAM di 48 titik yang tersebar di berbagai desa, disertai penyediaan toren atau tandon air agar distribusi air kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal," sebut Jeje.

Langkah lainnya yakni membuka layanan darurat distribusi air bersih. Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan, atau langsung menghubungi Call Center BPBD melalui WhatsApp di nomor 0877-1661-2121 agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Hingga hari ini BPBD Kabupaten Bandung Barat telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih di empat lokasi terdampak, yang telah menjangkau sekitar 160 kepala keluarga," kata Jeje.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi