Rabu 22 Jul 2026 03:38 WIB

10.673 Hektare Tanaman Padi di Indramayu Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

Para petani membutuhkan pasokan air.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan.
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat areal tanaman padi kekeringan. Saat ini, 10.673 hektare areal tanaman padi di daerah lumbung pangan nasional itu terancam puso (gagal panen) akibat kekeringan.

Kondisi itu membuat para petani menjadi khawatir. Jika pasokan air tidak segera digelontorkan ke sawah-sawah mereka, maka ancaman gagal panen hanya tinggal menunggu waktu, yang dipastikan akan menurunkan produksi padi daerah secara signifikan.

Baca Juga

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebutkan, areal tanaman padi seluas 10.673 hektare yang terancam puso itu tersebar di enam kecamatan di wilayah Indramayu barat. Yakni, Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Bongas, Gabuswetan dan Kandanghaur.

“Areal terdampak kekeringan yang paling luas ada di Kecamatan Sukra,” ujar Sutatang kepada Republika, Selasa (21/7/2026).

Ia merinci, dari total areal sawah seluas 3.445 hektare di Kecamatan Sukra, yang terdampak kekeringan mencapai 2.500 hektare. Selanjutnya Kecamatan Patrol, dari luas areal sawah 3.175 hektare, yang terdampak kekeringan ada 2.100 hektare, dan di Kecamatan Anjatan dari total 6.150 hektare, yang terdampak kekeringan ada 2.000 hektare.

Berita Lainnya

Rekomendasi