Kamis 30 Jul 2026 13:55 WIB

KDM Ungkap Sejumlah Wilayah di Jabar Mulai Terdampak Kekeringan

Kekeringan kan sebenarnya faktor infrastruktur irigasi jadi harus ditingkatkan.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Sejumlah warga mengisi air saat distribusi bantuan air di Desa Neglasari, RT 03/RW 02, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). Menurut warga setempat, krisis air telah terjadi sejak pertengahan Mei 2026 lalu akibat kekeringan pada musim kemarau
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah warga mengisi air saat distribusi bantuan air di Desa Neglasari, RT 03/RW 02, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). Menurut warga setempat, krisis air telah terjadi sejak pertengahan Mei 2026 lalu akibat kekeringan pada musim kemarau

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan musim kemarau mulai menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Ia menyebut salah satu yang turut berkontribusi membuat kekeringan lebih parah karena kondisi infrastruktur irigasi tidak berjalan dengan baik.

“Ya, kekeringan kan sebenarnya faktor infrastruktur irigasi, ya. Sehingga alokasi anggaran untuk irigasi harus terus ditingkatkan," ucap dia, Kamis (30/7/2026)

Baca Juga

Gubernur yang akrab disapa KDM ini mengatakan kewenangan terkait infrastruktur irigasi tidak hanya berada di tangan Provinsi Jawa Barat, tapi juga berada di BBWS dan Perum Jasa Tirta dan anggaran di BBWS mengalami penurunan. KDM menyebut kebutuhan air bersih sudah dipersiapkan untuk ke daerah dan dipantau bupati dan wali kota. Sedangkan untuk pertanian apabila irigasi bermasalah akan menggunakan mesin pompa.

"Dari sisi pertanian memang sekarang itu kan panen terakhir. Jadi di Agustus, saya kan petani, saya ini panen nih. Sekarang sudah mulai panen nih, nanti di Agustus tapi kalau September, Oktober memang kan biasanya kosong. Kita nanam lagi nanti Oktober, November, Desember," kata mantan bupati Purwakarta ini.

Dia menyebut sejumlah wilayah terdampak yang mulai kekeringan seperti Indramayu, sebagian Subang dan Karawang. Dia menduga masalahnya karena irigasi yang tidak berfungsi atau tidak terawat.

Berita Lainnya

Rekomendasi